Biaya Kerja di Jepang dalam Rupiah

Perhitungan biaya kerja di Jepang dalam rupiah sangat berguna untuk menekan pengeluaran kebutuhan pokok sehari-hari. Dengan adanya perhitungan ini dapat menghindari diri dari membeli barang-barang yang bukan merupakan kebutuhan utama.

Perusahaan Jepang sendiri umumnya menawarkan gaji cukup tinggi untuk karyawannya dengan menerapkan sistem jam kerja. Semakin banyak jam kerja, maka juga akan mendapatkan gaji lebih besar, bahkan hingga puluhan juta rupiah.

Meskipun demikian, estimasi pengeluaran untuk hidup juga cukup tinggi, termasuk tempat tinggal, makan, hingga hiburan. Dengan memperhitungkan biaya kerja di Jepang dalam rupiah, pengeluaran tidak akan melebihi pemasukan.

Apalagi pada umumnya, TKI perlu menyisihkan uang pendapatan untuk nantinya dapat dikirim ke Indonesia. Semakin baik pengelolaan pendapatan dengan kebutuhan, maka akan lebih banyak simpanan dana untuk keluarga di rumah.

lulusan S1 kerja di Jepang

Kisaran Gaji Kerja di Jepang dalam Rupiah

Sebelum memperhitungkan biaya kerja di Jepang dalam rupiah, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu kisaran gaji pekerja. Menggunakan penerapan sistem jam kerja, kisaran gaji ini juga terhitung dari pendapatan per-jam seperti berikut :

  • Rata-rata pendapatan Tokyo : 1.013 yen setara Rp134.000,
  • Rata-rata pendapatan Osaka : 964 yen setara Rp127.000,
  • Rata-rata pendapatan Kyoto : 909 yen setara Rp120.000
  • Rata-rata pendapatan Kanagawa : 1.011 yen setara Rp133.700
  • Rata-rata pendapatan Hyogo : 899 yen setara Rp119.000.

Jika perhitungan kerja sehari delapan jam dengan upah 1.013 yen atau Rp134.000, maka penghasilannya adalah 8.104 yen setara Rp1.072.000. Apabila dalam sebulan ada 22 hari kerja, maka jumlah gajinya bisa mencapai lebih dari Rp20 juta.

Meskipun pendapatannya bisa cukup besar, namun biaya kerja di Jepang dalam rupiah juga tinggi. Bahkan Jepang menjadi negara dengan kebutuhan pokok paling mahal peringkat empat di Asia tahun 2019 dan terus naik setiap tahunnya.

Mahalnya biaya hidup sendiri memiliki beberapa alasan, misalnya Tokyo memiliki setidaknya tiga penyebab utama yaitu ruang lingkup, tenaga kerja, dan transportasi. Tempat tinggal di Tokyo berbentuk apartemen dan sangat minim, bahkan jarang memiliki area parkir.

Tenaga kerja manusia juga menjadi faktor mahalnya biaya kerja di Negara Jepang dalam rupiah, sebab mesin menyediakan layanan lebih murah. Sementara transportasi berkaitan dengan mahalnya bahan bakar sehingga masyarakat lebih memilih kendaraan umum.

lulusan S1 kerja di Jepang

Biaya Kerja di Jepang dalam Rupiah

Kebutuhan pokok merupakan salah satu pengeluaran yang cukup besar sehingga penting untuk memperhitungkan keuangan agar tidak lebih besar daripada pendapatan. Berikut adalah estimasi biaya kerja dalam rupiah untuk kebutuhan pokok.

  1. Tempat Tinggal

Biaya sewa untuk tinggal atau apartemen Jepang cukup mahal, umumnya karena pengaruh lokasi, usia bangunan, hingga tipe tempat tinggal. Opsi tempat tinggal yang utama sendiri terutama di kota-kota besar misalnya Tokyo ataupun Kyoto.

Dalam rupiah, sewa apartemen per-bulan rata-rata Rp5,8 juta hingga – Rp8,2 juta untuk ukuran 20 – 40 meter, belum termasuk tagihan listrik, air, dan sebagainya. Bahkan di Tokyo atau kawasan populer, sewa apartemen bisa mencapai Rp11.600.000 per-bulannya.

  1. Makan

Perhitungan biaya kerja di Jepang dalam rupiah selanjutnya adalah untuk makan sehari-hari. Pengeluarannya tentu akan berbeda antara makanan jadi restoran dengan membeli bahan baku dan memasaknya sendiri.

Makanan restoran Jepang seperti ramen, soba, donburi, udon, atau lainnya memiliki harga rata-rata 1.000 – 3.000 yen atau Rp116.000 – Rp348.000. Sementara membeli bahan masakan di supermarket dan memasaknya sendiri akan jauh lebih hemat.

  1. Transportasi

Beberapa perusahaan biasanya akan menanggung biaya transportasi karyawannya, namun pengeluaran tetap harus masuk dalam perhitungan. Kereta bawah tanah menjadi transportasi umum dengan kisaran 160 – 320 yen atau Rp18.560 – Rp37.120.

  1. Hiburan

Biaya kerja di Jepang dalam rupiah juga perlu perhitungan, sebab tidak mungkin menghabiskan waktu untuk bekerja saja. Hiburan bisa seperti bioskop dengan biaya Rp116.000 – Rp232.000 per tiket, atau bernyanyi karaoke dengan tarif 200 yen saja per jam.

  1. Internet

Internet menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk bekerja maupun berkomunikasi. Paket berlangganan internet sendiri bisa konvensional bulanan seharga 6.000 yen atau Rp696.000, juga bisa pocket wifi sebesar 2.500 – 4000 yen atau Rp290.000 – Rp464.000.

  1. Keperluan Lain

Ada banyak keperluan lain yang masuk dalam perhitungan kebutuhan pokok per bulan, seperti tagihan, laundry, potong rambut, dan lainnya. Persiapan dana untuk keperluan lain ini juga perlu untuk membeli berbagai barang kebutuhan. 

Jepang merupakan negara dengan pendapatan pekerja cukup besar, namun hal tersebut juga sebanding dengan biaya hidup tinggi. Oleh sebab itu, penting memperhitungkan biaya kerja di Jepang dalam rupiah agar tidak lebih besar daripada pendapatan.

Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai kerja di Jepang, Anda bisa mengaksesnya di website official https://kerjadijepanggratis.com/. Anda juga bisa klik link WhatsApp https://wa.me/628118548882 (Mei Annisa) untuk terhubung langsung dengan tim kami.